Wakil Rektor I Tegaskan Asesmen Lapangan Proses Peningkatan Mutu

INSTIKA Jumat, 17 Mei 2024 09:11 WIB
174x ditampilkan Berita

Guluk-guluk, Wakil Rektor I Universitas Annuqayah Dr. KH. Ach Maimun, M.Ag menegaskan bahwa Asesmen Lapangan Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah (PS) yang dilaksanakan selama 2 hari merupakan proses untuk meningkatkan mutu dan memperbaiki kualitas pendidikan.

Pernyataan ini disampaikan saat Penutupan Asesmen Lapangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prodi Perbankan Syariah yang dipusatkan di Aula KH. Abd Basith AS, Kamis (16/05/2024).

Dirinya senang sekali melihat proses asesmen lapangan. Karena dua asesor benar-benar membimbing, dan memberikan perhatian lebih kepada tim.

“Asesor menjelaskan satu persatu kepada tim. Bahkan asesor berdialog dengan tim dan membimbing dengan telaten. Banyak hal yang harus ditindaklanjuti oleh tim untuk kepentingan institusi,” imbaunya saat memberikan sambutan.

Atas nama keluarga besar, ia mengucapkan banyak terima kasih atas ketelatenan asesor. Mudah-mudahan mendapat berkah Allah. Kedatangannya ke Annuqayah menjadi ibadah bagi asesor saat menjalankan tugasnya, dan tidak menghadapi hambatan yang mengganggu usai acara selesai.

Selain itu, ia berharap asesor menjadi teman, bisa menjalin komunikasi dan persahabatan dalam berbagai hal, khususnya peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran di perguruan tinggi ini.

“Mudah-mudahan asesor mendapat berkah dari pesantren ini, mendapat berkah dari pendiri pesantren ini. Mohon maaf atas segala hal yang kurang berkenan,” ucapnya.

Keunikan BMSI

Dr. Ir. Eddy Irsan Siregar, M.M, Asesor yang ditugaskan oleh Lembaga Administrasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (Lamemba) menyatakan, hal terpenting dalam asesmen lapangan ini adalah bisa menjalin silaturrahim.

Secara garis besar, menurutnya, sarana dan prasarana di perguruan tinggi ini sudah mumpuni dan lengkap, mulai dari laboratorium dan sebagainya. Bahkan mahasiswanya berstatus santri yang bermukim di pondok pesantren.

Yang lebih unik lagi, kata dia, perguruan tinggi ini memiliki Bank Mini Syariah Instika (BMSI). Di mana bank tersebut tidak ada pajaknya.

“Sistemnya sangat bagus, ada rekening tersendiri. Bahkan Omsetnya kurang lebih 700 juta, bisa mengirim 72 juta ke rektorat. Ini luar biasa. Bagi saya sudah menambah income kepada instusi . Kendati saya sebagai penasihat di BMT, saya bisa belajar ke Annuqayah,” ungkapnya.

Setelah mewawancarai mahasiswa dan alumni, lanjutnya, rata-rata menjawab dengan jujur dan tidak menghilangkan ciri khas kesantriannya, yakni akhlakul karimah. Diakui, ia melihat mahasiswa Annuqayah gigih, seperti halnya orang Madura yang merantau ke Jakarta.

“Yang saya tahu orang Madura di Jakarta, dengan kesabaran dan keuletannya, mereka setiap tahun bisa ke Makkah melalui jual beli besi bekas,” imbuhnya.

Sementara itu, asesor kedua yakni Dr. Hikmah Endraswati, S.E, M.Si merasa bahagia setelah menyelesaikan visitasi lapangan.

“Saya berterima kasih kepada tim yang sudah bekerja sama sejak saya datang sampai hari ini. Timnya kompak, tidak terlalu lama menyiapkan data. Terima kasih kami sudah dijamu dengan baik,” tandasnya.

Pewarta: Firdausi