Hadiri Workshop Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi, Ketua ISNU Jatim: Akreditasi Unggul Kebutuhan PTNU

HKI-SYAR Jumat, 3 Mei 2024 12:23 WIB
112x ditampilkan Galeri Headline Opini Berita

Malang, UA- Momentum Hari Pendidikan Nasional 2024, Wakil Rektor I Universitas Annuqayah, Dr. Ach. Maimun, M.Ag menghadiri Workshop Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim  di Gedung Pascasarjana UNISMA  Kamis (2/5/2024).

Workshop ini menghadirkan 3 narasumber, yaitu Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, M.Si; Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Prof. Jazidie, M.Eng., Ph.D dan Prof. Slamet Wahyu, M.T., guru besar Universitas Brawijaya (Unibraw). Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz hadir sebagai keynote speaker.

Dalam sambutannya, Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof, M. Mas’ud Said mengatakan, dalam peta jalan abad kedua NU, pendidikan tinggi menjadi salah satu prioritas yang harus dikuatkan selain bidang kesehatan, pengkaderan dan tata organisasi.

"Sejak lama NU berharap agar semua perguruan tinggi di lingkungan NU mendapatkan akreditasi unggul" kata M. Mas'ud Said Ketua PW ISNU Jawa Timur.

Menurutnya, akreditasi unggul menjadi kebutuhan bagi semua perguruan tinggi NU saat ini. ISNU Jatim akan melakukan pendampingan kepada perguruan tinggi NU agar bisa mendapatkan status akreditasi unggul.

”Setelah ini, kita geser ke perguruan tinggi yang lain yang mau ditempati, narasumbernya ISNU yang mengurusi. Dua tahun. Harus unggul,” ujar Direktur Pascasarjana Unisma ini.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim KH. Abdul Hakim Mahfudz menegaskan sejak didirikan oleh Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari, NU selalu melakukan transformasi dalam rangka mengantisipasi perkembangan zaman. Menurut kiai yang akrab disapa Gus Kikin ini, meski NU didirikan para ulama dan menjadi tempat beraktifitas para ulama alim, namun tidak pernah berhenti melakukan transformasi.

“Hadratussyaikh (KH. Hasyim Asy’ari) sangat fokus menekuni keilmuan agama, tapi bukan berarti meninggalkan urusan berbangsa dan bernegara. Mudah-mudahan para peserta mendapatkan banyak pencerahan supaya semakin kaya khazanah keilmuan untuk bertransformasi sesuai perkembangan zaman,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini.