INSTIKA Laksanakan KKN 2022 Berbasis Luaran

INSTIKA Selasa, 14 Juni 2022 05:29 WIB
67x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Inovasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep terus dilakukan. Seperti tahun ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) melaksanakan kegiatan KKN-Integaratif Berbasis Luaran.

Melalui KKN Integratif Berbasis Luaran diharapkan mahasiswa peserta KKN yang mendapat bimbingan langsung dari dosen bisa melaksanakan tiga hal sekaligus, yaitu kegiatan riset, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.

"Alhamdulillah setiap tahun melakukan inovasi dalam pelaksanaan KKN. Terakhir, KKN kita diarahkan kepada harus menghasilkan luaran berupa publikasi karya ilmiah yang harus diterbitkan di jurnal ilmiah sehingga KKN kita tidak sekadar berupa pengalaman pengabdian meskipun memang pengabdian kepada masyarakat itu sangat penting dan tidak boleh dikesampingkan," kata Rektor, Drs. K.H. Ah. Syamli, M.Pd.I., saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Petunjuk Teknis KKN Integratif 2022 di Aula Pertemuan, Senin (13/06/2022).

Tahun lalu, lanjut Rektor, karena pandemi INSTIKA melaksanakan KKN Dari Rumah. Tahun ini, mahasiswa kembali diterjunkan ke lapangan. Karena itu, diharapkan para DPL bisa benar-benar menjadi wakil dari INSTIKA dan pesantren sehingga benar-benar membimbing dan memperhatikan akhlak mahasiswa di lapangan.

Menurut Kiai Syamli, pelaksanaan KKN Integratif Berbasis Luaran tahun ini salah satunya adalah untuk mengatasi kebangkrutan yang bisa dialami Perguruan Tinggi Swasta. Ada tiga kebangkrutan yang mengancam Perguruan Tinggi Swasta. Pertama, kebangkrutan finansial. Perguruan Tinggi swasta saat ini dituntut untuk benar-benar mandiri, seperti melaksanakan akreditasi secara mandiri. "Kemungkinan biayanya akan semakin berlipat ganda ketimbang saat dulu masih ditangani oleh BAN-PT," katanya.

Kedua, kebangkrutan akademik. Dalam hal ini, Kiai Syamli menjelaskan, Perguruan Tinggi Swasta diharapkan mampu melahirkan sarjana yang membanggakan, baik lulusan S1 atau S2. "Lulusan S1, jika ingin melanjutkan, harus bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Jadi, jika mahasiswa kita banyak diterima di Perguruan Tinggi yang bagus-bagus maka selamat dari kebangkrutan," jelasnya.

Ketiga, kebangkrutan produk intelektual. Di sini, Rektor meminta seluruh dosen dan mahasiswa bisa menghasilkan karya tulis ilmiah. "Seperti INSTIKA harus bisa memproduksi karya ilmiah, harus produktif, harus banyak menulis di jurnal-jurnal ilmiah. Kita harus juga menerbitkan karya ilmiah kita di jurnal sendiri dan juga bisa menerbitkan di jurnal internasional," tambahnya.

Sehubungan dengan itulah, KKN Integratif Berbasis Luaran, menurut rektor, dapat membantu dosen dan mahasiswa untuk lebih produktif dalam menghasilkan karya tulis ilmiah. "Sekali lagi mari kita tingkatkan semangat dan etos kerja kita. Dalam konteks ini, membimbing mahasiswa dalam melakukan riset dan PkM," katanya.

Sementara itu, pada sesi sosialisasi juknis KKN, Wakil Rektor I Dr. H. Damanhuri, M.Ag., memaparkan perubahan dan perkembangan pelaksanaan KKN di INSTIKA. Dalam catatannya, hingga tahun 2006 INSTIKA melaksanakan KKN konvensional, 2007 melaksanakan KKN Integratif, 2014-2019 melaksanakan KKN Riset Partisipatif, 2020 KKN DR, 2021-2022 KKN Integratif.

"Paradigma KKN Integratif Berbasis Luaran sangat menekankan publikasi ilmiah, harus terbit pada jurnal ber-ISSN, selain laporan pengabdian kepada masyarakat," katanya. Di samping itu, tambahnya, tema riset dan PkM kelompok mahasiswa dan dosen harus mengacu pada road map masing-masing prodi dan disesuaikan dengan keilmuan masing-masing dosen pembimbing di lapangan.

Disimpulkan oleh Dr. Damanhuri, KKN Integratif Berbasis Luaran pada saat ini akan menghasilkan: (1) artikel jurnal ilmiah, (2) laporan PkM, (3) bukti submit artikel, dan 4 HKI. Hasil riset berupa karya ilmiah dan sudah disubmit diharapkan dapat meningkatkan publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa INSTIKA.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)