KPK Nilai Pesantren Punya Peran Cegah Korupsi

INSTIKA Senin, 23 Mei 2022 05:35 WIB
112x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Dr. Nurul Ghufron, SH., MH., menilai Pondok Pesantren sebagai tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai anti-korupsi.

Hal ini disampaikannya pada saat menghadiri Halalbihalal dan Seminar Nasional Anti-Korupsi di Aula Assyarqawi Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Ahad (22/05/2022).

Menurutnya, terjadinya korupsi itu disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena sistem yang rusak, kedua karena orangnya yang rusak.

Penyebab pertama, menurut Ghufron, mudah diperbaiki. Sementara, untuk penyebab kedua membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaikinya. "Pesantren yang bisa menjadi bengkel hati orang yang rusak ini," katanya.

Wakil ketua KPK yang lahir di Sumenep itu menaruh harapan besar terhadap lembaga pendidikan pesantren dalam ikut serta melakukan pemberantasan korupsi.

Rektor INSTIKA, Drs. KH. Ah. Syamli, M.Pd.I mengucapkan terima kasih kepada Nurul Ghufron yang hadir ke INSTIKA untuk memberikan pencerahan mengenai korupsi.

"Seminar Anti-Korupsi ini merupakan kado buat civitas akademika INSTIKA yang sedang mengadakan halalbihalal," katanya.

Rektor mengharapkan kerja sama antara INSTIKA dengan pihak KPK terus berlanjut dengan mengadakan berbagai kegiatan yang bertujuan melakukan pencegahan atas korupsi.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)