Bersama BPIP RI, DEMA INSTIKA Gelar Sosialisasi Ideologi Pancasila

INSTIKA Selasa, 29 Maret 2022 05:51 WIB
73x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Senin (28/3/2022), menggelar Seminar Nasional dengan tema: 'Sosialisasi Ideologi Pancasila di Kalangan Santri dan Akademisi,' di Aula Assyarqawi.

Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D., selaku Kepala BPIP dan sebagai Keynote Speaker yang hadir dalam acara itu memperkenalkan salam persatuan. "Salam persatuan itu adalah Salam Pancasila," katanya.

Menurut Prof. Yudian Wahyudi, Salam Pancasila itu diperkenalkan oleh Megawati yang terinspirasi dari Soekarno yang memperkenalkan salam persatuan di awal kemerdekaan dengan ucapan 'Salam Merdeka'. "Akan tetapi karena sudah lama merdeka sehingga salam persatuan perlu diubah dan jadilah Salam Pancasila," katanya.

Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga itu kemudian menambahkan argumen-argumen keagamaan untuk mensosialisasikan salam persatuan itu. Menurutnya, mengucapkan salam persatuan itu merupakan perbuatan baik yang ditujukan kepada orang lain untuk kepentingan suatu bangsa dan termasuk ibadah (ghairu mahdhah) apabila disertai dengan niat yang baik.

Ditegaskan pula oleh Prof. Yudian Wahyudi bahwa Salam Pancasila tidak untuk mengganti 'Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh' sebagaimana disalahpahami oleh sebagian orang.

Rektor INSTIKA, Drs. KH. Ah. Syamli, M.Pd.I., mengucapkan terima kasih kepada Prof. Yudian Wahyudi bersama rombongan yang sudi hadir ke INSTIKA. "Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya," katanya.

Rektor kemudian memperkenalkan kampus INSTIKA yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Annuqayah. Menurut Kiai Syamli, panggilan akrab rektor INSTIKA, kepancasilaan Annuqayah tidak perlu diragukan. "Terutama soal toleransi di Pondok Pesantren Annuqayah itu sangat dijunjung tinggi," katanya.

Kiai Syamli juga menyampaikan bahwa Annuqayah sudah mendirikan perguruan tinggi eksak atau umum, yang sebentar lagi akan disatukan dengan INSTIKA sehingga menjadi universitas.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Rektor INSTIKA tersebut, kepala BPIP sangat mendukung keinginan Annuqayah untuk mengubah status kampus Annuqayah menjadi universitas. "Saya mendoakan semoga segera menjadi universitas," terangnya di akhir penyampaiannya.

Usai sambutan dan penyampaian Prof Yudian Wahyudi sebagai Keynote Speaker, acara seminar kemudian dimulai. Hadir sebagai pembicara, KH. Mohammad Hosnan, M.Pd., (Wakil Rektor II INSTIKA) ; A. Warits, S.Sos. (Ketua KPU Sumenep); Darul Hasyim Fath (Ketua Komisi I DPRD Sumenep; dan Dia Puspita Sari, S.Sos., (dari Institut Sarinah).

Penulis: Masykur Arif (LP2D)