Harapan Masyaikh dan Pimpinan Saat Silaturahmi dengan Dosen dan Karyawan

INSTIKA Rabu, 17 Februari 2021 20:39 WIB
334x ditampilkan Galeri Headline Berita

Guluk-Guluk - INSTIKA - Menyambut perkuliahan semester genap tahun akademik 2020-2021, Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Rabu (17/2/2021), menggelar Silaturahmi antara Pimpinan, Dosen dan Karyawan di Ruang Pertemuan INSTIKA.

Hadir dalam kesempatan ini, Kiai Muhammad Ainul Yaqin selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah. Kiai Nunung, demikian panggilan akrabnya, menyampaikan beberapa pesan, di antaranya: hendaknya civitas akademika mengingat bahwa Annuqayah adalah lembaga pendidikan Islam Ahlussunah Waljamaah Annahdliyah.

"Sebagian besar pengasuh adalah dari tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama," terangnya. Karena itu, diharapkan dosen dalam memberikan pembelajaran tidak keluar dari nilai-nilai Aswaja.

Di samping itu, salah satu masyaikh Annuqayah ini mengingatkan, hendaknya dalam mengabdi di Annuqayah tidak diukur dengan materi. "Jika pengabdian diukur dengan materi sebenarnya tidak akan mendapatkan apa-apa," jelasnya.

Demikian juga dalam mendidik mahasiswa, supaya menanamkan kejujuran dan tidak lupa untuk selalu mendoakan mereka.

Sementara itu, Rektor, Drs KH Ah Syamli MPdI, juga menyampaikan beberapa pesan, di antaranya: mengajak dosen dan karyawan untuk bisa bekerja sama dengan baik, sehingga tercipta suasana pendidikan yang kondusif, disiplin dan profesional. "Karena, pro-kontra akan melemahkan lembaga kita," terangnya.

Rektor juga berpesan hendaknya dosen melaksanakan perkuliahan sesuai dengan aturan. Mulai dari jam mengajar, jumlah tatap muka dan tempat perkuliahan. "Harus sesuai aturan dan waktunya," katanya.

Selanjutnya, dosen juga diharapkan tidak melaksanakan satu atau dua tridarma, seperti mengajar dan melakukan pengabdian saja, tetapi dan juga sangat penting adalah melakukan penelitian.

"Dosen itu ilmuwan. Setiap hari berkutat dengan ilmu. Jadi harus semangat untuk meningkatkan ilmu," jelasnya. Juga diminta untuk semangat dalam mengurus jafung atau karir. "Mengejar karir dengan niat baik itu pahala," tambahnya.

Dalam hal pembelajaran, Kiai Syamli menegaskan, hendaknya dosen tidak hanya mentransfer ilmu, melainkan juga mendidik, yakni memberikan teladan yang baik kepada mahasiswa, seperti menjaga kebersihan, tepat waktu, dan menjaga kerapian.

Dalam soal hubungan dosen dan mahasiswa, wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan, Kiai M Mushthafa MA, yang juga hadir dalam kesempatan ini, pun mengimbau agar dosen bisa membantu memberikan pelayanan kepada mahasiswa sesuai dengan standar pesantren.

"Membantu melayani dalam dua hal, yaitu (1) berkenaan dengan kepribadian atau akhlak mahasiswa, dan (2) berkenaan dengan unsur akademik mahasiswa," katanya.

Dalam membantu membentuk kepribadian dan akademik mahasiswa adalah dengan menjadi teladan yang baik, seperti melayani kebutuhan mahasiswa, melarang mahasiswa melakukan plagiasi, serta mendidik dengan telaten dan sabar.

Diharapkannya, dosen bisa melayani dan membimbing mahasiswa sehingga mampu mengantarkan mereka menjadi lebih baik. "Standar pelayanan yang baik adalah sebagai soft skill bagi dosen yang penting untuk ditingkatkan," terangnya.

Berkenaan dengan perlunya peningkatan pelayanan yang baik ini, Kiai Moh Naqib Hasan MPdI, yang juga hadir dalam kesempatan ini, memberikan masukan pada sesi tanya jawab. Katanya, dosen dan karyawan harus bisa bekerja atau memberikan pelayanan dengan baik.

Ketua Pengurus Pesantren Annuqayah sekaligus dosen ini memberikan contoh, jika ada mahasiswa yang menyetor tugas dari dosen kepada karyawan, hendaknya dilayani dengan baik. Ditegaskannya, jangan sampai tugas itu tidak diindahkan sehingga merugikan salah satu pihak.

Semua itu, dalam pandangan Kiai Naqib, bisa berjalan dengan baik, apabila sistem keorganisasian dirapikan. "Jika organisasi rapi, maka akan berjalan dengan baik," katanya.

Melalui sistem keorganisasian yang baik, lanjut Kiai Naqib, juga akan diketahui dosen yang rajin dan yang tidak, sekaligus dengan sanksinya.

Wakil rektor 1, Dr H Damanhuri MAg, mengabarkan bahwa dosen tetap yang mempunyai uzur sehingga tidak bisa mengajar dengan maksimal maka boleh mengajukan asisten.

Syarat lengkapnya adalah: (1) sedang dalam tugas belajar: melanjutkan S3, pos-doktoral, melakukan penelitian internasional dan lainnya. (2) sedang dalam menjaga kondisi kesehatan: kondisi hamil, sakit, dan kondisi emergensi lainnya. (3) sedang memangku jabatan struktural di INSTIKA. (4) memiliki beban kerja pengabdian kepada masyarakat yang padat, misalnya dalam hal dakwah Islam.

Sebagaimana Kiai Syamli, Dr Damanhuri juga mengimbau agar dosen bisa hadir tepat waktu dan tidak mengambil kelas lain yang bukan tempatnya mengajar. "Waktu pergantian benar-benar dijaga. Karena di masa pandemi ini waktu pembelajaran dikurangi," katanya.

Menurut KH Mohammad Hosnan MPd, selaku wakil rektor 2 bidang sarana dan prasarana, ruang kuliah mencukupi apabila dosen hadir tepat waktu dan mengambil tempat kuliah sesuai dengan yang dijadwalkan.

Di akhir sesi acara, Rektor Kiai Syamli mengabarkan bahwa saat ini pihaknya sedang meninjau ulang semua peraturan termasuk statuta, agar sistem keorganisasian di INSTIKA menjadi lebih baik, sebagaimana yang diharapkan banyak pihak.

Penulis : Masykur Arif (LP2D)