WISUDA XX 2018, REKTOR: INSTIKA MENUJU GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE

INSTIKA Kamis, 1 November 2018 07:45 WIB
79x ditampilkan Headline Berita

Guluk-Guluk – INSTIKA - Peserta wisuda Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tahun 2016 terdapat 562 mahasiswa. 2017 tercatat 609 mahasiswa. Dan sekarang 2018, terhitung 716 mahasiswa.

“Alhamdulillah, INSTIKA peminatnya semakin bertambah, sehingga peserta wisuda juga terus bertambah,” ujar rektor Drs. K.H. Abbadi Ishomuddin, M.A., dalam sambutannya pada wisuda XX program magister dan sarjana di Aula Asysyarqawi, Rabu (31/10/2018).

Sebenarnya, lanjut rektor, INSTIKA memiliki sepuluh prodi, tetapi mahasiswa yang diwisuda hanya dari delapan prodi. “Ada dua prodi yang belum wisuda,” kata rektor. Hal ini dikarenakan dua prodi ini, yakni prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah dan prodi Perbankan Syariah (PS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), masih baru dibuka. Selain itu, rektor mengabarkan, dalam waktu dekat pascasarjana akan membuka prodi baru.

INSTIKA, demikian rektor mengatakan, memang terus berupaya untuk menjadi perguruan tinggi yang bagus. Pembukaan prodi baru dan pembangunan infrastruktur terus dilakukan. “INSTIKA ingin menjadi Good University Governance,” terangnya. Yakni sebuah perguruan tinggi yang dikelola dengan baik dan siap bersaing di dunia internasional.

Namun masalahnya, ungkap rektor, PTKIS lemah dalam membangun hubungan internasional. “Karena itu, kami meminta kepada Kopertais untuk memfasilitasi PTKIS dalam melakukan kerjasama internasional,” pintanya kepada Kopertais yang hadir dalam acara ini. Bahkan, rektor mengharap, kopertais menjadikan rencana memfasilitasi kerjasama internasional ini, sebagai program kerja. “Jadi kami mohon bantuannya,” jelas rektor. Rektor juga meminta kopertais untuk membantu melancarkan proses sertifikasi dosen INSTIKA.

Kepada wisudawan dan wisudawati, Rektor menyarankan untuk terus melanjutkan pendidikannya sampai ke jenjang S3. “Yang lulus S1 saya harap terus melanjutkan ke S2. Yang lulus S2 bisa terus melanjutkan ke S3,” ujar rektor. Menurutnya, Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia, sehingga untuk mengatasinya, mahasiswa dituntut terus melanjutkan pendidikannya sampai ke tingkat yang paling tinggi.

Di samping itu, rektor juga menyarankan, wisudawan dan wisudawati menanamkan nilai-nilai kesantrian dalam dirinya. “Harus berjiwa santri di manapun saudara berada,” jelas rektor. Hal ini dikarenakan wisudawan/wati adalah alumni pondok pesantren Annuqayah. “Jangan nodai Annuqayah,” terang rektor di akhir sambutannya.

Hadir dalam acara ini, Koordinator Kopertais IV Surabaya yang diwakili Prof. Dr. K.H. Sahid HM, M.Ag., M.H. Dalam sambutannya, sebagai perwakilan Kopertais, Prof. Sahid berjanji akan menyampaikan usulan dan permohonan rektor tadi kepada koordinator Kopertais. Pengasuh Pesantren Al-Qur’an Asy-Syahadah ini juga menyampaikan tiga kewajiban yang harus ditunaikan, yaitu kewajiban intelektual, moral, dan spiritual. “Dengan ketiga hal ini, insyaallah kita akan sukses,” terangnya.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)