KUNJUNGAN MENRISTEKDIKTI, SETUJUI INSTIKA JADI UNIVERSITAS

INSTIKA Jumat, 28 Oktober 2016 10:07 WIB
2399x ditampilkan Headline Berita

Guluk-Guluk - Instika - Dalam rangka mengaplikasikan dan memperkenalkan hasil riset teknologi mutakhir Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik pada ternak sapi, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., berkunjung ke Instika, Kamis (27/10/2016) pagi.

Instika mengemas kunjungan menteri ini dengan tema “Silaturahmi Nasional Instika Bersama Menristekdikti.”

“Untuk memeriahkan acara ini kami menyebarkan 1 ribu 5 ratus undangan kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, Formpimda, Forpimka, Rektor/Ketua Perguruan Tinggi, Kepalas Sekolah, petani, peternak, santri, dan alumni di Kabupaten Sumenep khususnya dan masyarakat pada umumnya,” kata Sekretaris Panitia, Fathurrosyid, M.Th.I.

Kedatangan Menristekdikti disambut dengan meriah. Di jalan Yayasan Annuqayah, penyambutan dilakukan dengan penabuhan drumben dan deretan siswa Annuqayah yang membentuk pagar di pinggir jalan sambil melambaikan bendera merah putih kepada menteri dan rombongan yang lewat.

Ketika turun dari mobil dan akan memasuki ruang acara di Aula Asysyarqawi Instika, Menristekdikti yang didampingi Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, disambut pengasuh Annuqayah, Rektor, Wakil Rektor, dan para dosen Instika.

Salah satu sesepuh pengasuh Annuqayah menyambut dengan mengalungkan surban ke leher menteri.

“Surban adalah simbol sosial agama Islam. Ini merupakan tanda penghormatan kami atas kedatangan menteri ke pesantren yang merupakan lembaga pendidikan keislaman,” ujar Kepala LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu) Instika yang sekaligus Panitia Pelaksana, Drs. Abdul Halim, M.Pd.I.

Menristekdikti menyampaikan bahwa kedatangannya ke Pondok Pesantren Annuqayah baru diputuskan kemarin. Nyaris tidak bisa hadir dari saking padatnya jadwal.

“Tapi saya memutuskan bersama Ibu untuk hadir ke Pondok Pesantren Annuqayah,” jelas Menristekdikti yang disambut tepuk tangan hadirin.

Menristekdikti mengamini keinginan Annuqayah/Instika untuk mengubah statusnya menjadi Universitas. “Saya rasa, Annuqayah sangat layak memiliki universitas,” ungkapnya.

Penilaian ini disampaikan setelah Menristekdikti mendengarkan pemaparan sejarah dan peran besar Ponpes Annuqayah dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan pembangunan masyarakat, serta permohonan doa dan restu Instika berganti status menjadi universitas, yang disampaikan oleh KH. Baihaqi Syafiuddin dalam sambutannya mewakili Ponpes Annuqayah.

Di samping itu, diperkuat lagi dengan pemaparan Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, yang menyampaikan tentang potensi ekonomi Kabupaten Sumenep. Menurutya, Kabupaten Sumenep yang berpenduduk 1 juta seratus lebih, yang terdiri dari 27 kecamatan dan 9 kecematan ada di kepulauan, memiliki populasi sapi terbanyak di Indonesia, yaitu 354.731 ekor.

Sementara di Pulau Sapudi, kata Bupati, populasi sapinya terpadat di dunia, yakni 40 ribu ekor.

Dari potensi ekonomi yang ada di Kabupaten Sumenep tersebut, mulai dari peternakan, pertanian, dan kelautan, Menristekdikti sangat mendukung Instika beralih status menjadi universitas. Diharapkan, dengan menjadi universitas, Instika tidak mencetak sarjana pengangguran, melainkan mencetak sarjana yang sesuai dengan potensi lokal sehingga bisa mengembangkan potensi lokal.

Instika pun diminta untuk segera mengajukan proposal melalui prosedur yang berlaku.

Adanya dorongan dan tanggapan positif dari Menristekdikti tersebut, membuat Rektor dan seluruh civitas akademika Instika semakin semangat dan percaya diri untuk segera melengkapi segala kebutuhan Instika menuju universitas.

Menurut Menristekdikti, upaya peralihan status ini diharapkan dapat mendorong lahirnya santri yang menguasai teknologi dan mengembangkan hasil riset teknologi yang mampu berkompetisi di ranah internasional dan menjadi santri yang bermanfaat bagi manuisa (anfa’uhum linnas).

Acara Silaturahim Nasional Instika ini ditutup dengan demonstrasi IB atau kawin suntik pada ternak sapi melalui teknologi yang dilakukan langsung oleh Menristekdikti, Bupati Sumenep, dan pengasuh Annuqayah. (Masykur Arif/LP2D)

Fotografer: Khairul Anam, S.Sy.